Halaman

Rabu, 28 Maret 2012

MAKALAH TRI DHARMA

KATA PENGANTAR


            Dengan semangat, tekad dan kekuatan semua kebajikan, dan keyakinan terhadap triratna, Buddha, Dhamma, dan Sangha, akhirnya perjuangan untuk menyelesaikan makalah ini dapat dituntaskan. Semoga makalah ini benar-benar bisa memberikan manfaat untuk memenuhi tugas makalah Pokok-pokok Dasar Agama Buddha dan juga dunia pendidikan terutama sekolah-sekolah buddhis.
            Penulis menyampaikan ucapan terimakasih atas bimbingan, motivasi, dan bantuan yang bersifat materiil maupun moril, sehingga penulis makalah “Tridharma” dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih ini penulis haturka kepada: Andri Sariputro, S.Ag.
            Disadari oleh penulis bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan kritikan dan saran dari semua pihak untuk menyempurnakan makalah ini.
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.



Jakarta, 14 Maret 1012
Mettacittena,


    Penulis

DAFTAR ISI



BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kita mengenal tentang Tridharma tetapi kebanyakan kita hanya mengetahui ajaran itu dari luarnya saja. Kadang kita hanya bisa mengatakan bahwa ajarannya itu hanyalah seperti ajaran Buddha yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Tetpi kita jarang mengenal lebih dalam tentang ajaran Tridharma tersebut, maka darisitulah penulis membahas tentang ajaran Tridharma dalam suatu wadah makalah sehingga dihrapkan para pembaca akan lebih mudah untuk memahami tentang ajaran dari Tridharma tersebut.

1.2 Tujuan Penulisan

Penulis mempunyai tujuan bahwa dengan penulisan makalah ini dapat menambah wawasan dan dapat mempermudah pembaca dalam memahami “ Ajaran Tridharma”

1.3 Manfaat

Somoga makalah ini dapat bermanfaat untuk penulis sendiri dan untuk pembaca.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Agama Tridharma

A.  Agama Buddha dan Ajarannya

Kira-kira 2520 tahun yang lalu di kota Kapilawastu, daerah Madyadesa India Utara (kini republik Nepal) Sidharta Gautama lahir. Nama Sidharta mempunyai arti “Yang terkabul cita-citanya.” Ayahnya adalah seorang raja dari dinasti Sakya, namanya Suddhodana dengan permaisurinya yang bernama Mahamaya. Kelahiran Sidharta diceritakan bukan dengan cara biasa, menurut kepercayaan agama Buddha Mahamaya bermimpi ada seekor gajah putih bertaring 4 dan sebuah bintang bersudut 6 yang bersinar terang jatuh dari langit turun kedalam perutnya. Sayangnya tidak lama setelah kelahiran Sidharta, ibunya meninggal pada hari ke-7.
Sejak berumur 7 tahun Sidharta suka bertapa salah satunya Jhana pertama. Hal itu membuat ayahnya khawatir dan memanggil para Brahmana. Para Brahmana mengatakan bahwa pangeran Sidharta akan meninggalkan kedudukannya sebagai putera mahkota dan menjadi seorang Budha. Tanda-tanda ketika waktu itu tiba: pertama, dia melihat orang yang telah lanjut usia; kedua, dia akan melihat orang sakit; ketiga, dia akan melihat orang yang meninggal. Singkat cerita ramalan itu terbukti benar. Sidharta kemudian mencari jawaban atas kehidupan manusia.
Pada usia ke 35 tahun Sidharta mencapai penerangan sempurna di bawah Pohon Bodhi, Bodh-Gaya. Kemudian setelah mencapai kesempurnaan, dia mulai mengajarkan ajarannya untuk pertama kali di Isipathana dekat Benares kepada lima orang pertapa. Ajarannya pertama kali disebut Cattur Arya Sattyani (empat kesunyataan mulia) dan Hasta Arya Marga (delapan jalan utama). Empat kesunyataan mulia diungkapkan sebagai berikut:
1. Semua bentuk kehidupan adalah penderitaan (Dukkha).
2. Penderitaan disebabkan oleh nafsu atau keinginan yang rendah (Tanha).
3. Dengan lenyapnya Tanha lenyap pula Dukkha dan itulah     Nirwana.
4. Cara atau jalan untuk melenyapkan Dukkha adalah delapan jalan utama.
Delapan jalan utama itu, adalah:
1. Pengertian yang benar.
2. Pikiran yang benar.
3. Ucapan yang benar.
4. Perbuatan yang benar.
5. Mata pencaharian yang benar.
6. Daya upaya yang benar.
7. Perhatian yang benar.
8. Konsentrasi yang benar.
Menurut kepercayaan pengikut agama Buddha peristiwa ini dikenal sebagai hari suci Asadha. Di kemudian hari Sidharta memaparkan ajarannya sebagai Mahjima Pattipada atau jalan tengah. Jalan tengah mempunyai pengertian menghindari dua hal yang ekstrem yaitu: hidup dengan berfoya-foya dan bersenang-senang, memuaskan nafsu inderanya secara berlebihan, dan bersifat rendah Manfaat jalan tengah tersebut menurut pengikut Buddha: memberikan kedamaian, pengetahuan, penerangan, melenyapkan kebodohan, nafsu jahat dan serakah yang merupakan sumber dari penderitaan.

B. Agama Tao dan Ajarannya

Pendiri agama Dao adalah Lao Tze. Sedangkan kitab sucinya Tao-Tse-Djing. Hingga kini tidak ada kesepakatan tentang sejarah kehidupan tokoh Lao-Tze. Salah satu acuan dalam riwayat hidup Lao Tze sendiri didapatkan dari tulisan sejarah Sma Tjhien (Sima Yin) pada abad pertama sebelum masehi. Menurut sejarah yang disusun Sima Yin, Lao-Tse adalah orang dari desa Tjhii-ren, kecamatan Lai, kabupaten Khu, Negara Tjhuu. Nama pribadinya adalah Er, alias Tan dan nama keluarganya adalah Li. Ia menjabat pengurus arsip kerajaan Tjou. Ada dua bagian dalam kitab Tao-Tse-Djing, yaitu Shang-sia-phien (Baca. Bagian pertama dan kedua). Ajarannya disebut Tao. Istilah Tao lazimnya berarti suatu jalan atau suatu cara bertindak. Tao merupakan bahan dasar yang menyusun segala sesuatu. Tao bersifat sederhana tanpa bentuk tanpa upaya berpuas diri sepenuhnya. Tao sudah ada sebelum adanya langit dan bumi.  Dalam proses sejarah waktu manusia makin jauh dari keadaannya yang sempurna. Kitab Lao Tse yang dikenal sebagai kitab Tao-Tse-Djing juga mengajarkan Te. Istilah Te tidak dapat diidentikan dengan ‘kebajikan’ seperti yang digunakan oleh para penganut agama KongHuCu. Karena Lao Tze sendiri mengacu istilah Te untuk mengacu kepada sifat-sifat atau kebajikan yang alami, naluriah, asli, yang dilawankan dengan sifat-sifat atau kebajikan yang diberikan pekokoh sosial atau pendidikan.
Asas dasar Taoisme: “Bahwa seharusnya manusia menyelaraskan diri dan tidak menentang hukum-hukum hakiki alam semesta.” Segenap lembaga buatan atau segenap upaya adalah hal-hal yang salah. Bahwasanya segenap upaya adalah salah tidaklah berarti bahwa segenap kegiatan adalah salah, melainkan bahwa memaksakan diri mengusahakan sesuatu yang berada diluar jangkauan merupakan suatu kekeliruan.  Mereka yang memahami akan nasib tidak akan mengupayakan sesuatu yang berada diluar jangkauan pengetahuan Maka yang hakiki ialah pandangan kedepan, pertimbangan serta pertimbangan secara bijak, mengenai mana yang dapat dikerjakan serta cocok, dan mana yang baik. Selain kitab Tao-Tse-Tsing ada tulisan lain oleh tentang Taoisme. Kitab itu disebut Chuang Tsu yang ditulis oleh Chuang Tsu. Kitab itu mengajarkan bahwa hidup ini nisbi. Nisbi ini berlaku dalam masalah kesusilaan. Kitab Chuang Tsu mengatakan:
Gerak langit dan bumi berjalan menurut tatanan yang mengagumkan, namun tidak pernah memperkatakannya. Keempat macam musim melihat adanya hukum-hukum yang jelas, namun tidak membicarakannya. Segenap alam diatur oleh asas-asas yang cermat, namun dia tidak pernah menerangkannya. Manusia bijaksana menembus rahasia tatanan langit dan bumi, dan memahami sepenuhnya asas-asas alam. Demikianlah manusia sempurna tidak berbuat apapun, dan manusia besar yang bijaksana tidak menimbulkan apapun. Artinya, mereka sekedar merenungi alam semesta.
Maka, hal yang menjadi prinsip dasariah adalah Wu Wei (Jangan Berbuat Apapun). Hal ini merupakan perintah termashyur bagi penganut Taoisme. Hal ini tidak berarti manusia bersikap pasif. Namun diharapkan manusia tidak berbuat yang tidak alami atau yang tidak serta merta. Yang pokok adalah tidak memaksakan diri melakukan apapun yang diluar kemampuan. Contoh:
Pemanah. Jika kita melakukan lomba memanah dengan memaksakan diri untuk mendapatkan hadiah sekeping emas dan tidak menghasilkan apa-apa. Namun lebih baik bersikap santai dan mahir jika ketepatan tembaknya tidak menghasilkan apapun.
Taoisme menggarisbawahi unsur yang bersifat tidak sadar, intuituf, serta merta. Taoisme mengajarkan bahwa hidup ini sudah diatur dan tidak perlu mengkhawatirkan apa yang harus kita kerjakan. Prinsip Wu Wei dilambangkan dengan Yin Yang. Yin Yang adalah simbol bagi penganut ajaran Tao.

C. Agama KongHuCu dan Ajarannya.

Agama KongHucu memiliki istilah asli yaitu Ru Jiao yang berarti agama daripada kaum yang taat, yang lembut hati, yang beroleh bimbingan atau terpelajar. Istilah KongHuCu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Inggris Confucianism, alasan sarjana Barat tidak menggunakan istilah Ru Jiao adalah karena peran Nabi Kongzi di dalam kitab Ru Jiao. Hal ini mungkin terasa janggal karena lewat sejarah diketahui bahwa kitab Ru Jiao sudah ada jauh sebelum Kongzi (Konfusius) lahir.
Kitab suci agama KongHuCu merupakan kanonisasi dari kitab-kitab dan dokumen-dokumen sejarah yang ada sebelumnya. Yang paling tua ditulis oleh Raja Tang Yao (2357-2255 S.M.), Yu Shun (2255-2205 S.M.), Mengzi/Mencius (371-289 S.M.). Maka Kongzi pernah mengatakan:
Aku hanya meneruskan, tidak menciptakan. Aku sangat menaruh percaya dan suka kepada ajaran dan kitab-kitab kuno itu. Di dalam diam melakukan renungan, belajar tidak merasa jenuh, dan mengajar orang lain tidak merasa capai.
Ru Jiao disempurnakan dan digenapkan oleh Tian, Agama yang dibawakan oleh nabi Kongzi yang telah diutus dan dipilihnya, sebagai Mu Duo atau genta rohaninya mengembalikan dunia kepada jalan suci/ sabda suci dan ditutup oleh ajaran Mengzi yang mengerakkan dan meluruskan jalan penafsiran dan pelaksanaan ajaran KongHuCu. Menurut Tjhie Tjay Ing, proses ajaran Mu Duo, sebagai berikut:
Jalan Suci (Dao) yang dibawakan Ru Jiao atau agama Khonghucu yang tertulis di ayat terakhir kitab suci Si Shu atau Mengzi VII B: 38 “dari yao dan shun sampai cheng tang Sing Thong yang kurang lebih selisih waktunya 500 tahun; orang-orang seperti Yu dan GaoYao/Koo Yao masih dapat langsung dapat mengenalnya (dari sumbernya langsung), tetapi Cheng Tang mengenalnya hanya karena mendengar lisan. Dari Cheng Tang sampai raja Wen/Bun lebih kurang 500 tahun jarak waktunya; orang-orang seperti Yi Yin/I Ien dan Laizhu/Laycu masih dapat mengenalnya tetapi raja suci Wen hanya bisa mendengarnya, dari raja wen sampai nabi Kongzi juga selisih jaraknya 500 tahun; orang-orang seperti Taigong Wang/Thaikong dan Sanyisheng/ San Gi Shing masih dapat langsung mengenalnya, tetapi nabi Kongzhi mengenal hanya dengan mendengar. Dari saat nabi Kongzhi hidup, walaupun baru 100 tahun tidak ada yang meneruskannya (Ajaran Jalan Suci). Tetapi Han Yu/Han Ji pada 768-824 masehi meneruskannya dan ia dijuluki bapak kebangkitan Neo-Konfucianisme yang hidup pada jaman dinasti Tang/Tong (618-905 masehi), dalam salah satu karya tulisnya menegaskan: “Adapun jalan suci itu ialah yang diteruskan Yao kepada Shun; Shun pada Yu; Yu kepada Cheng Tang; Cheng Tang kepada raja suci Wen, raja Wu dan nabi Zhougong dan Ciukong Tan; raja Wen, raja wu, dan nabi Zhougong dan kepada Nabi Kongzi dan nabi Kongzi kepada Mengzi.
Konfusius memiliki golden rule, dalam mendefiniskan keadaan timbal balik: “Tidak mengerjakan hal-hal kepada orang lain, yang kita sendiri tidak menginginkan mereka mengerjakan hal-hal tersebut kepada kita. Konfusius sangat menekankan pendidikan kepada orang-orang banyak. Selain Chun Tzu (orang baik-baik), masyarakat kelas bawah juga dapat dididik untuk memperoleh pengetahuan. Konfusius berpendapat: “Tidak seorangpun dapat dipandang sebagai seorang Chun Tzu atas dasar keturunan; ini semata-mata merupakan masalah prilaku dan watak.” Inilah yang menjadi landasan bahwa Konfusius sangat menekankan pendidikan dengan dasar Li atau kepantasan-kepantasan dalam bersikap dan bertindak

2.2 Pedoman Kebaktian Tridharma

Kebaktian umum
1.         Persiapan umum
2.         Awal upacara
3.         Penyerahan Hio kepada pimpinan kebaktian
4.         Mohon doa
5.         Doa tridharma (pembuka)
6.         Pengembalian hio kepada pimpinan pembantu
7.         Penancapan hio
8.         Tridharma gita
9.         Pembacaan paritta wandana dan tisarana
10.     Penghormatan altar
11.     Vihara gita
12.     Meditasi dengan mantram om mani padme hum
13.     Doa pengantar kotbah
14.     Bimbingan dharma/ khotbah dharma
15.     Pembacaan parita penutup
16.     Dana paramita
17.     Doa tridharma penutup
18.     Gita rumah sentosa
19.     Penghormatan altar
20.     Pengumuman/penutup kebaktian

2.3 Hariraya Tridharma

A. Buddha :

Waisak ( Si Gwe Cap Go), yang memperingati 3 peristiwa penting dalam sejarah hidup Sakyamuni Buddha, Yaitu Kelahiran (623 SM), Mencapai penerangan Sempurna (592 SM), dan Mencapai Parinirwana/Mangkat (543 SM).
Asadha ( Lak Gwe Cap Go ), Yang memperingati hari pertama kali nya Sakyamuni Buddha berkotbah di dunia yaitu di Taman Rusa Isipatana, Benares kepada lima Pertapa ( Kaundinya, Asvajit, Bhadrika, Mahanama, Kasyapa ).
Hari Avalokitesvara ( Kuan Im Po Sat ), Yaitu Ji Gwe Cap Kaw (Mangkat)
Hari lahir Maitreya, yang di peringati setiap Cia Gwe Ce It bertepatan dengan Tuhan Baru Imlek / Sin Cia

B. Khong Hu Cu / Khung Fu Tze :

Hari lahir Nabi Khong Hu Cu : Pwe Gwe Ji Cit ( Tahun 551 SM )
Hari Wafat Nabi Khong Hu cu : Ji Gwe Cap Pwe ( Tahun 479 SM )

C. Taoisme :

Hari Lahir Nabi Lo Cu / Lao Tze : Jie Gwe Cap Go ( 571 SM )
Cio Ko / Chau tu ( Rebutan/keng Ho Peng) : Cit Gwe Cap Go S/d Cit Gwe Sa Cap
Hari Toapekong Naik ( Dewa Dapur / Cao Kun Kong ) : Cia Gwe Ce Sie
Hari Topekong Turun ( Dewa Dapur / Cao Kun Kong ) : Cia Gwe Ce sie
Hari Lahir Koan Kong / Kuan Te Kun : Lak Gwe Jie Sie
Hari Lahir Hok Tek Ceng Sin : Jie Gwe Ce Jie & Pwe Gwe Cap Go 
Hari Lahir Hian Tian Siang Tee : Sa Gwe Ce Sa
Hari Lahir Sain Jin Ku Po : Cit Gwe Cap Sa
Hari Lahir Han Tan Kong : Sa Gwe Cap Go
D. Tridharma :
Tahun Baru Imlek ( Sin Cia ) :Cia Gwe Ce It
Cap Go Me : Cia Gwe Cap Go
Keng Ti Kong : Cia Gwe Ce Kaw
Ceng Beng / Cing Ming ( Ziarah Makam ) : 4 atau 5 April
Peh Cu : Go Gwe Ce Go
Tiong Ciu : Pwe Gwe Cap Go
Tiong Ciu : Pwe Gwe Cap Go
Persembanyangan Tridharma : Jie Gwe 15, Jie Gwe 18, Jie Gwe 19
Hut Tridharma : 27 Juni
Hari Tridhrama : ( Hut Bpk Tridharma / Kwee Tek Hoay ) : 31 Juli
Puja Bakti Dana Tridharma : 1 Agustus s/d 31 Desember
Hari Sekolah Minggu Tridharma : 13 Juli

2.4 Kriteria Tempat Ibadah

A. Kuil Tridhrma

1. Altar Pemujaan
2. pemujaan tersebut menggunakan peralatan miniml: dupa/setngi, lilin, pelita,bungga, sesaji, bedug, genta.
3. pengelola tempat ibadah tersebut adalah badan atau lembaga yang bersiftkan Buddha Tridharma.
4. Tempat teersebut nyata-nyata sebagai tempat pemujaan dan bersifat terbuka untuk umum.
5. diakui dan dijamin sepenuhnya oleh pengurus MARTRISIA.

B. Cetia Tridhrma mempunyi

1. Syarat kuil Tridharma
2. Tempat ceramh atau kotbah

C. Vihara Tridhrma mempunyi

1. Syarat kuil Tridharma
2. kuti
3. Tempat rahib melaksanakan fungsi Sangha

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas penulis menyimpulkan bahwa Tridharma merupakan perpaduan antara tiga kepercayaan yaitu Budddha, Khong Hu Cu, dan Taoisme yang kemudian dipaduakan menjadi satu dan kemudian disebut sebagai Tridharma. Tridharma merupakan perpaduan dari tiga ajaran besar yang saling mengisi, melengkapi  dan yang dalam pelaksanaan prakteknya sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Meskipun antara ketiga ajaran tersebut menyebarkan pelajaran agung bagi kehidupan dengan metode penjabaran dan pendekatan yang berbeda, tetapi mengadung inti ajaran yang sama yaitu mengajarkan ilmu ketuhanan untuk keselamatan manusia dan dunia serta menyadarka manusia untuk mencapai kebahagiaan sejati sebagai tujuan terakhir.

3.2 Saran

Semoga setelah pembaca membaca makalah ini pembaca bisa menjadi lebih mengerti dan lebih memahami tentang ajaran Tridharma.     
           

DAFTAR PUSTAKA

Bakti. 1995. Tridharma, Seikat Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Balai Kitab Tridharma Indonesia.
Pedoman kebaktian tridharma

Jumat, 24 Februari 2012

Tugasq

 


 

 "Rahasia di Balik Sebuah Senyuman"
Selamat pagi Namobuddhaya..
Teman-teman pada kesempatan ini saya akan membahas tentang “Apa Rahasia di Balik Sebuah Senyuman ? Di saat-saat kita Bahagia, pastilah kita tersenyum. Diantara teman-teman siapa yang bisa nahan tidak senyum kalau lagi bahagia banget ? tidak bisa kan, jadi pasti kita otomatis tersenyum atau tertawa saat kita bahagia.
Nah di saat itu jugalah kita mengungkap suatu rahasia simple untuk bahagia, Semakin banyak kita tersenyum, semakin bahagialah hidup kita. Dan orang-orang pun lebih senang terhadap kita karena kita adalah orang yang ramah dan murah senyum.  Orang-orang yang murah senyum kepada sesama adalah otomatis orang yang ramah, karena kalau orang galak atau kasar mana bisa senyum. !!!
Teman-teman sedhamma yang berbahagia, di saat tersenyum Anda akan lebih releks, lebih mudah mengerjakan segala sesuatunya, dan di saat Anda membagikan sebuah senyuman, Anda pada umum nya mendapatkan senyuman-senyuman balik dari orang-orang di sekitar Anda, yang membuat dunia Anda menjadi lebih indah. Sehingga Anda jadi lebih semangat kerjanya.  Coba orang-orang di sekitar Anda pada suka emosian atau marah saja kerjanya, mana bisa semangat kerjanya ? Berbeda kalau dengan orang-orang ramah yang murah senyum.
Sesuatu yang “POSITIVE akan menyangkat orang-orang lain di sekitarnya menjadi POSITIVE juga
Coba orang-orang pada marah saja kerjanya, otomatis teman-teman juga jadi ingin marah kan   ? Hal ini berlaku dalam lingkungan yang paling kecil pun ke paling besar, Anda BERGAUL nya dengan orang-orang negative atau positive di dalam hidup Anda ? Bisa jadi Anda tertular. Kalau positif baguslah, kalau negatif ? Wah gawat cepat-cepat lah cari lingkungan baru sebelum itu menjadi Karakter Anda, karena banyak orang yang sudah jadi orang Negative seumur hidupnya, karena sudah mendarah daging ! tidak bisa di rubah lagi, ada peribahasa “ Lebih mudah memindahkan gunung, daripada MERUBAH manusia ! “
Kembali lagi, bagaimana caranya Senyum di saat-saat setres kebanyakan kerjaan, banyak masalah atau sakit  dsb. Sebenarnya kebahagiaan kita di saat ini adalah Pilihan kita, kita bisa bersedih di sini saat ini juga, gampang ! Sekarang pikirin saja hal sedih-sedih yang pernah menimpa diri teman-teman, atau kekurangan - kekurangan yang Anda miliki saat ini, kehilangan-kehilangan yang Anda rasakan di hidup Anda. Sekarang, pasti Anda DOWN kan ? sudah tidak semangat lagi.
Padahal sebelumnya Anda bahagia atau seimbang, tiba - tiba Anda bisa jadi sedih, NAH ini berarti kita juga bisa MEMILIH untuk Bahagia saat ini juga. Sekarang, Pikirkanlah yang sebalik nya, hal - hal yang membahagiakan Anda. Bahagia bukan ? Ada satu rahasia lagi yaitu di mana fokus Anda ?
Orang yang hidupnya menderita, mengeluh, menangis, dll adalah Orang yang FOCUS pikirannya di hal - hal yang membuat mereka TIDAK BAHAGIA. Sebaliknya orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang FOKUS nya selalu di hal-hal yang membahagiakan mereka, itu bedanya. Tidak heran kalau orang-orang ini selalu bahagia.
Rumus cara kerja Pikiran atau Mind kita adalah :
WHATEVER YOU FOCUS ON, IT WILL EXPAND  (Apapun yang Anda fokuskan,  dia akan berkembang )
Sesedikit saja Anda berpikir negative atau sedih,  itu akan terus berjalan dan berkembang  bagai kereta api yang tidak bisa berhenti. Begitu pula sebaliknya sesedikit saja Anda berpikir Positive atau yang baik-baik, itu akan terus berkembang seperti Anda sedang merencanakan ini itu nya.
Jadi orang yang Bahagia adalah simple saja, mereka tahu cara kerja rumus ini dan Fokus di hal-hal yang Membahagiakan mereka, bukan yang menderitakan atau Menyengsarakan batin mereka sendiri !
Nah, setelah tahu seharusnya letak fokus kita, tersenyum pun menjadi lebih Alami, Pada dasarnya segala sesuatu adalah tidak ada arti nya, kita sendiri yang memberi ARTI ke suatu kejadian, kondisi, peristiwa, situasi, hal, dan sebagainya.
Apakah hujan berarti buruk ? Kehilangan sesuatu berarti buruk ? Mendapat kan sesuatu itu bagus atau baik ? Meskipun mendapatkan yang  kita pikir itu bagus, belum tentu akhirnya bagus ke kita.  Kita mana tahu akhir dari hal yang kita dapatkan itu di masa depan kita ? Jadi Segala sesuatu di dunia ini tidak ada artinya kecuali arti yang Anda berikan ke hal tersebut.
Kalau Anda sering bersedih, berarti mudah, Anda memberikan arti sedih ke Kebanyakan Hal ! Jadi semua nya selalu buat Anda sedih ! Terjadi ini sedih, terjadi itu sedih, apa-apa juga sedih terus kerjanya. Kalau Anda sering marah, berarti mudah, Anda memberikan  arti marah ke Kebanyakan Hal ! Jadi apa-apa selalu buat Anda marah.
Satu lagi tidak perlu menunggu keadaan hati Anda senang, kondisi Anda bagus, segala sesuatunya sesuai harapan Anda untuk bisa selalu senyum. SENYUM-lah dulu lalu otomatis keadaan-keadaan di sekitar Anda dan diri Anda lebih baik, karena di saat Anda Ter-Senyum otomatis Anda akan tidak bisa Negative. Coba sekarang Anda Senyum, terus coba memikirkan hal yang negatif, SULIT BUKAN ? Lalu skarang saat SENYUM pikirkan hal-hal yang buat Anda bahagia, jadi mudah banget kan ? Karena senyum adalah Positive attitude, dia akan terus membawa Anda ke daerah postive juga, seperti kereta api yang tidak bisa berhenti tadi itu yang saya ceritakan.
Tersenyum lah maka Anda Bahagia, bukan Bahagia dulu baru Anda Tersenyum ! Banyak orang pengen bahagia tapi tidak mau senyum atau tidak murah senyum, MANA BISA ! Itu udah hukum alam nya, orang bahagia pasti MURAH SENYUM ! Titik ! Orang yang hidup nya tidak bahagia pasti lah KURANG SENYUM !  Ke diri sendiri dan ke sesama.
Jadi sering-sering lah ter-Senyum ! karena itu akan membuat Anda Bahagia, sampai itu menjadi KARAKTER Anda, yang sudah tidak bisa lepas lagi dari diri Anda.
Cukup sekian apa yang bisa saya sampaikan semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua.
“Semoga semua mahkluk berbahagia”

Selasa, 21 Februari 2012

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya. 
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga. 

16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Memulai Kebajikan Walaupun Kecil

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.
Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran, “Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?” “Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.
“Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya,” Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. “Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,” Lanjutnya penuh ragu.
Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.” kemudian dengan tersenyum pada lelaki tua itu, ia berkata “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal”. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.” Kata si kecil itu.
Pesan Moral : kadang kadang, kita selalu merasa tidak bisa berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk Bintang laut itu sendiri
Ketika anda memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka.
Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Menyelamatkan Bintang laut adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu
Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil. Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.